Jumat, 05 November 2010

Televisi

Menurut Wahyudi (1994:17) televisi berasal dari dua kata yang berbeda asalnya, yaitu tele yang berarti jauh, dan visi (vision) yang berarti penglihatan. Dengan demikian televisi, yang dalam bahasa Inggrisnya television, diartikan dengan melihat jauh. Melihat jauh di sini diartikan dengan gambar dan suara yang diproduksi disuatu tempat (studio televisi).
Setyobudi (2005: 2) mengenai televisi secara harfiah artinya “melihat dari jauh”. Namun demikian, dalam pengertian sederhana ini sebenarnya meliputi dua bagian utama yaitu pemancar televisi yang berfungsi mengubah dan memancarkan sinyal-sinyal gambar (view) bersama-sama dengan sinyal suara sehingga sinyal-sinyal tersebut dapat diterima oleh pesawat televisi penerima pada jarak yang cukup jauh. Kedua, televisi penerima yang menangkap sinyal-sinyal tersebut dan mengubanhya kembali sehingga apa yang dipancarkan oleh transmisi televisi tadi tidak dapat dilihat dan didengar seperti keadaan aslinya. Dengan demikian, dapat dikatakan pesawat televisi adalah alat yang dapat digunakan untuk melihat mendengar dari tempat jauh.
Televisi merupakan perkembangan medium berikutnya setelah radio yeng ditemukan dengan karakternya yang sfesifik yaitu audio visual. Perkembangan teknologi pertelevisian sampai saat ini sudah berkembang sedemikian pesat sehingga dampak siarannya menyebabkan seolah-olah tidak ada lagi batasan antara satu negara dengan negara lainnya (Muda, 2003:4).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar