Jumat, 05 November 2010

Unsur-unsur Komunikasi


Berdasarkan definisi yang dikemukakan oleh Harold Laswell, terdapat 5 unsur komunikasi yang saling bergantung satu sama lainnya. Laswell mengungkapkan bahwa cara yang baik untuk menggambarkankomunikasi adalah dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut (Dedy Mulayana 2005: 69-72), ”Who Says What In Which Channel To Whom With What Effect?” Atau Siapa Mengatakan Apa Dengan Saluran Apa Kepada Siapa Dengan Pengaruh Bagaimana?
1. Sumber (source)
Unsur ini biasa juga dikenal dengan istilah pengirim (sender), penyandi (encoder), komunikator (communicator), Pembicara (speaker/ originator). Sumber disini berperan sebagai pihak yang berinisiatif dalam memulai suatu komunikasi. Sumber dapat berupa seorang individu, kelompok, organisasi, perusahaan, atau negara. Apa yang akan disampaikan oleh sumber di dalam pikirannya perlu diubah menjadi pesan berupa verbal maupun nonverbal sehingga dimengerti pesan tersebut oleh penerima pesan. Proses tersebutlah yang dinamakan dengan penyandian (encoding)

2. Pesan (message)
Pesan merupakan apa yang dikomunikasikan oleh sumber kepada penerima. Pesan dapat berupa nonverbal atau pun verbal. Pesan non verbal berupa isyarat anggota tubuh (gerakan tangan, mata, senyuman, dll), lukisan, pakaian, tarian dan sebagainya. Sedangkan pesan verbal terdiri dari pesan secara lisan (ucapan, percakapan, wawancara, dll) maupun tulisan (artikel, novel, esai, puisi, dll.)
3. Saluran (media)
Saluran merupakan alat atau wahana yang digunakan oleh sumber dalam menyampaikan pesan kepada penerima. Pada dasarnya manusia menggunakan 2 saluran saat melakukan komunikasi, yaitu melalui cahaya dan suara, serta kelima indera. Saluran merujuk pada cara penyampaian pesan tersebut, apakah secara langsung (tatap muka), lewat media cetak (koran,majalah), atau media elektronik (radio, televisi). Masih banyak saluran lainnya yang dapat membantu dalam menyampaikan pesan, yaitu komputer, telepon, faksimili, dsb. Saluran mana yang akan digunakan tergantung dari situasi, tujuan , yang hendak dicapai sumber kepada penerima pesan.
4. Penerima (receiver)
Biasa juga disebut dengan istilah sasaran/ tujuan (destination), komunikate (communicate), penyandi balik (decoder), khalayak (audience), pendengar (listener), penafsir (interpreter), yaitu pihak yang menerima pesan dari sumber. Apa yang disampaikan oleh sumber kepada penerima, akan ditafsirkan dan diterjemahkan sehingga pesan yang berupa non verbal maupun verbal tersebut dapat dipahami oleh penerima. Proses tersebutlah yang dinamakan dengan penyandian balik (encoding).
5. Efek
Efek dapat terjadi setelah proses komunikasi berlangsung. Efek ini dapat bersifat negatif maupun positif. Reaksi apa yang terjadi kepada penerima pesan adalah hasil dari komunikasi. Efek komunikasi ini dapat terlihat pada penerima pesan melalui, penambahan pengetahuan (yang tadinya tidak tahu, menjadi tahu), perubahan sikap (awalnya tidak setuju menjadi setuju), dsb.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar